Jumat, 10 April 2026

Pembelajaran Jarak Jauh

Ada Surat Edaran Menteri, Unej Siap Jalankan Pembelajaran Jarak Jauh 

Unej siap jalankan Pembelajaran Jarak Jauh sesuai SE Mendiktisaintek 2026. Kampus telah lama menerapkan kuliah daring hingga 50 persen.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Sri Wahyunik
KULIAH JARAK JAUH-Suasana Universitas Jember, Kamis (9/4/2026). Unej siap memberlakukan PJJ karena sudah terbiasa melakukan kuliah daring, bahkan punya aturan pembolehan kuliah daring sampai 50 persen. 

Ringkasan Berita:
  • Universitas Jember siap menerapkan pembelajaran jarak jauh sesuai SE Mendiktisaintek 2026.
  • Unej sudah memiliki aturan kuliah daring hingga 50 persen sejak 2025.
  • PJJ telah diterapkan sebelumnya, terutama di fakultas rumpun humaniora.
  • Fakultas berbasis sains dan kesehatan tetap menjalankan praktik secara tatap muka.
  • Kebijakan PJJ nasional berkaitan dengan efisiensi energi akibat konflik Timur Tengah.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Universitas Jember (Unej) siap melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Nomor 2 Tahun 2026.

Pihak kampus menilai kebijakan tersebut bukan hal baru karena sistem kuliah daring telah lama diterapkan di lingkungan Unej.

Wakil Ketua Tim Kerja Humas Unej, Iim Fahmi Ilman, mengatakan kampus tinggal menjalankan kebijakan tersebut jika benar-benar diterapkan pada perkuliahan.

"Kami tinggal action saja. Apalagi kami juga sudah lama punya aturan perkuliahan boleh dilakukan secara daring 50 persen," ujar Iim Fahmi Ilman, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Bocah SMP di Jember Terseret Arus Selokan Saat Banjir, Selamat karena Pandai Berenang

Kuliah Daring

Menurut Iim, kebijakan yang memperbolehkan perkuliahan dilakukan secara daring hingga 50 persen telah ditetapkan sejak 2025.

Karena itu, penerapan PJJ bagi mahasiswa bukan hal baru bagi dosen maupun mahasiswa di Unej.

"Jadi umpama nanti Semester 5 ke atas harus PJJ kami tinggal go saja," imbuhnya.

Baca juga: SPPG di Jember Masih Enggan Gunakan Ikan untuk Menu MBG, Dinas Rekomendasikan Lele

Diterapkan Saat Ramadan

Iim menjelaskan, metode pembelajaran jarak jauh sebenarnya sudah diterapkan cukup luas di beberapa fakultas, terutama saat bulan Ramadan.

Fakultas yang berada di rumpun ilmu sosial dan humaniora menjadi yang paling sering menggunakan metode kuliah daring.

"Fakultas di rumpun Humaniora seperti FISIP, Hukum, FEB, pada Bulan Puasa lalu sudah melakukan kuliah secara daring," jelasnya.

Namun, metode tersebut tidak diterapkan secara luas pada fakultas berbasis sains dan teknologi.

Beberapa program studi, khususnya di bidang kesehatan, tetap harus melaksanakan perkuliahan secara tatap muka karena membutuhkan praktik langsung.

"Ini memang tidak banyak diberlakukan di rumpun Saintek, terutama Kesehatan yang harus praktik. Kalau yang praktik tetap tatap muka," kata Iim.

Baca juga: Pemkab Jember Canangkan USG Serentak Ibu Hamil Mulai April 2026 untuk Tekan AKI dan AKB

Efektivitas Perkuliahan

Meski sebagian perkuliahan dilakukan secara daring, pihak kampus memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan efektif.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved