Rabu, 29 April 2026

Opini

Koboi, Jalan Ninja Purbaya

Media nasional dan internasional ramai tertuju kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang baru dilantik menggantikan Sri Mulyani.

Tayang:
KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU
DJP PECAT PEGAWAI - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa setelah melakukan konferensi pers APBN KiTa di kantornya, Jakarta, Senin (22/9/2025). Purbaya menanggapi soal DJP bersih-bersih hingga pecat 26 pegawai pajak. 

Respons Bahlil ini, merupakan feedback yang sangat serius dalam komunikasi yang sedang dibangun Purbaya. Saling jawab sesama Menteri. Namun, ini bukti gaya komunikasi pasif agresif Purbaya  dalam penyampaian pesan. Meski pada akhirnya harus komunikasi ada berikutnya.

"Saya sedang pelajari, kita pelajari lagi. Mungkin Pak Bahlil betul, tapi nanti kita lihat lagi seperti apa. Yang jelas saya dapat angkanya dari hitungan staf saya, nanti kita lihat gimana salah pengertiannya," kata Purbaya saat kunjungan kerja ke Kudus, Jawa Tengah.

Purbaya mampu mengelola aspek sosiopsikologis dan tidak terlihat baper ketika menghadapi respons.

Purbaya memahami betul konteks proses informasi yang sudah disampaikan. Ketika menerima umpan balik informasinya, Purbaya bersama tim merespon dengan bahasa komunikasi yang asertif.

Kemampuan mengkomunikasikan ide, gagasan dari perasaan secara jujur namun tetap menghargai orang lain.

Selain agenda setting, Purbaya juga melakukan teori framing dengan Menyusun narasi bersama tim, agar publik memahami kebijakan yang diambil.

Di sela sela kunjungannya ke Kabupaten Kudus, ada hal yang menarik perhatian banyak orang. Ketika Mentri keuangan Purbaya mencoba nge- linting rokok kretek bareng karyawan di Kudus. Mungkin saja ini spontanitas. Namun ketika diolah dijadikan bahan pemberitaan kegiatan di sosial media, makin menarik perhatian public.

Melinting rokok itu membuat citra kedekatan Purbaya kepada inti persoalan  yang mendekati solusi. Khususnya untuk tidak menaikkan tarif cukai rokok pada 2026 mendatang.

Meski pada akhirnya menimbulkan pertanyaan apakah langkah ini demi menjaga stabilitas industri dan para pekerja. Atau justru mengorbankan kesehatan publik serta penerimaan negara.

Komunikasi framing yang dibangun berhasil menciptakan narasi bahwa menteri sedang menjawab keinginan dan kebutuhan masyarakat.

Purbaya ikut serta melinting rokok itu menimbulkan empati. Meski adegan itu sebentar, rasa kepedulian terhadap rakyat dan pemahaman terhadap perasaan, tumbuh terbangun hubungan kearah lebih kuat.

Terakhir kebijakan Purbaya soal pemangkasan transfer ke daerah (TKD). Beberapa gubernur menggeruduk kantornya dan meminta agar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak memangkas transfer ke daerah.

"Semuanya kami mengusulkan supaya tidak dipotong. Anggaran kita tidak dipotong. Karena itu beban semua di provinsi kami masing-masing," ungkap Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang TKD-nya dipangkas hingga 25 % .

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid yang juga hadir dalam pertemuan menambahkan, imbas pemangkasan tersebut pemerintah daerah harus terpaksa melakukan efisiensi.

Feedback kebijakan ini Purbaya respon baik. Meski banyak pengamat menilai langkahnya merupakan bentuk ketegasan keuangan atau ketidakpedulian terhadap rakyat.

Purbaya menyatakan penolakan dari banyak pihak tentu adalah hal yang wajar. Tapi tambahnya lagi, seharusnya daerahpun bisa membangun sejak lama hingga anggarannya tidak terbuang ke berbagai pos yang tidak jelas. 

"Kalau mereka mau bangun daerahnya kan harusnya dari dulu udah bagus, anggarannya nggak ada yang hilang sana sini," ujar Purbaya.

Gaya komunikasi publik yang dimainkan Purbaya sampai saat ini cukup baik. Pasif agresif namun asertif. Purbaya menunjukkan data lemahnya manajemen keuangan di tingkat daerah sehingga kurang menimbulkan dampak yang nyata bagi masyarakat.

“Kritik boleh, tapi kinerja juga harus ikut naik,” ujarnya.

Setiap orang memang punya gaya komunikasi. Punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Gaya komunikasi Purbaya menghasilkan nilai positif bukan sekadar retorika. Purbaya mulai paham betul denyut ekonomi masyarakat sepeninggal menteri lama.

Purbaya melalui tim komunikasinya paham masyarakat menuntut komunikasi yang sederhana tapi substansial. Memahami bahwa jangan sampai kebijakan bagus namun gagal diterima hanya karena cara menyampaikannya keliru.

Kita dukung dan tetap doakan gaya Koboi Purbaya semakin diterima seiring kebijakannya berjalan. Kepercayaan publik semakin baik. Hingga pertumbuhan ekonomi 6 % atau 7 % , tidak sekedar omon-omon. Berkobarlah terus semangatmu sang koboi …

Peter Julio Tarigan S.Sos

Mahasiswa Pascasarjana STIKOM Interstudi

Program Studi Ilmu Komunikasi Strategi

tarigan.peterjulio@gmail.com

08118794717

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved