Minggu, 3 Mei 2026

Banjir di Mojokerto

Warga Tempuran Mojokerto Pasrah Jelang Hari Pertama Puasa Ramadan, Rumah Kebanjiran

Warga Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pasrah menghadapi bencana banjir saat memasuki awal puasa Ramadan 2025

Tayang:
Editor: Sri Wahyunik
Surya / M Romadoni
MELUAP: Banjir akibat luapan sungai irigasi pertanian merendam rumah warga di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (28/2/2025). Banjir ganggu aktivitas warga Menjelang hari pertama puasa Ramadan . 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, MOJOKERTO - Warga Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pasrah menghadapi bencana banjir saat memasuki awal puasa Ramadan 2025.

Akibat banjir luapan sungai irigasi pertanian itu, merendam sejumlah rumah warga, sekolah dan fasum, di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, yang kondisinya belum surut, pada Jumat (28/2/2025) sore.

Sulikhan (66) warga Bekucuk, mengatakan, dirinya hanya bisa pasrah ketika akan menjalani hari pertama puasa Ramadan rumahnya kebanjiran.

"Nanti malam sudah tarawih yang pertama, tapi kita sudah kebanjiran seperti ini," jelasnya sata ditemui di lokasi banjir Tempuran, Jumat (28/2/2025).

Menurut dia, banjir Tempuran berimbas mengganggu aktivitas warga yang hendak beribadah di bulan suci Ramadan

"Ya jelas terganggu kalau banjir begini, warga yang mau ibadah di hari pertama puasa 

Dirinya mempertanyakan kinerja pemerintah dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, selaku yang berwenang terkait sungai yang diduga memicu banjir tahunan di desa tersebut.

Baca juga: Ribuan Simpatisan Bakal Antar Bupati Rusdi - Wabup Shobih Masuk Pendapa Pasuruan

Warga selalu was-was dibayangi bencana banjir yang setiap waktu terjadi ketika hujan deras di Mojokerto maupun wilayah Jombang. Karena sampai saat ini belum ada upaya konkret dalam menuntaskan banjir Tempuran.

"Paling tidak ini ada upaya pemerintah bagaimana menangani banjir, biar tidak berlarut-larut di Tempuran begitu lho. Sehingga warga ini bisa tenang dan menikmati ibadah puasa Ramadan, harapan kita seperti itu," Kata Sulikhan.

Ia mengungkapkan, harus ada perbaikan saluran drainase dari stakeholder terkait untuk menanggulangi banjir Tempuran. 

Warga juga sudah telah berkali-kali menyampaikan perihal subtansi itu saat rakor banjir di Balai Desa. Bahkan juga disampaikan warga saat Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa meninjau posko pengungsian banjir di Masjid Tempuran, Desember 2024 lalu.

"Saluran drainase itu harus diperbaiki pas kemarau, bukan saat musim hujan begini. Jangan malah air datang (Banjir) baru kebingungan, kerja tidak maksimal akhirnya kan masyarakat yang terkena dampaknya," bebernya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, menjelaskan banjir Tempuran terjadi pada Kamis (27/2/2025) sekitar pukul 23.00 WIB malam.

"Penyebab banjir curah hujan tinggi di wilayah Jombang dan Mojokerto, dan klep irigasi persawahan tidak berfungsi," ujar Khakim.

Ia menyebut, ketinggian air di rumah warga sekitar 10-20 Cm dan menggenangi jalan Dusun Bekucuk 50-70 Cm.

Baca juga: Tanah Longsor Tutup Jalan Piket Nol Lumajang, Lalu Lintas Terganggu

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved