Minggu, 17 Mei 2026

Berita Gresik

88 ODGJ di Gresik Dievakuasi untuk Dapat Perawatan

Berdasarkan data, sebanyak 88 pasien ODGJ ditangani oleh Dinsos Gresik selama Januari hingga Juni 2025.

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Istimewa
ODGJ DIDOMINASI PRIA - Petugas dari Dinsos Gresik saat melakukan evakuasi. Puluhan ODGJ dievakuasi oleh pemerintah setempat. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Gresik - Puluhan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Gresik dievakuasi oleh Dinas Sosial sejak awal tahun 2025. Puluhan ODGJ yang dievakuasi didominasi oleh laki-laki.

Berdasarkan data, sebanyak 88 pasien ODGJ ditangani oleh Dinsos Gresik selama Januari hingga Juni 2025.

Baca juga: Istri Almarhum Imam Syafii Sempat Lemas Dua Hari dan Belum Beraktivitas

Kabid Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinsos Gresik, Farid Evendi mengatakan, lonjakan angka ODGJ terjadi setelah tersedianya layanan call center untuk pengaduan masyarakat terkait ODGJ yang meresahkan.

Farid menuturkan, tak semua ODGJ itu berakhir direhabilitasi di rumah sakit jiwa. Terutama jika pasien tidak menunjukkan perilaku yang mengganggu kenyamanan dan keamanan di masyarakat.

Keputusan penanganan lanjutan bagi ODGJ yang dilaporkan warga pun tetap mengikuti keputusan medis. Dengan berbekal penilaian awal yang dilakukan oleh petugas kesehatan jiwa (Keswa) dari puskesmas setempat.

Baca juga: Pemuda di Pacitan Rusak Rumah dan Mobil Milik Saudaranya, Ini Alasannya

“Tentunya pasien kami rehab jika sudah menunjukkan perilaku yang meresahkan masyarakat, seperti melempar batu, buang air besar sembarangan hingga yang biasa telanjang di depan umum,” terangnya.

Para pasien yang meresahkan akan langsung dibawa oleh pekerja sosial Dinsos untuk dilakukan pengobatan di RSJ Menur Surabaya, lalu dirawat lebih lanjut di fasilitas Balai Pelayanan Sosial milik Provinsi Jatim.

Menariknya, para penderita gangguan kejiwaan itu didominasi oleh pasien laki-laki. Penyebabnya pun beragam, dengan persoalan ekonomi, perceraian, dan faktor keturunan menjadi pemicu tertinggi.

“Yang lebih menarik lagi, para pasien ODGJ ini kebanyakan ternyata bukan warga Gresik. Setelah diidentifikasi di rumah sakit, mereka rata-rata dari luar daerah,” terangnya.

Baca juga: Korban Kecelakaan Mobil Dinas Pemkab Bondowoso Bertambah, Jadi 5 Orang

Para ODGJ tersebut, kata Farid, sering kali berada di fasilitas umum seperti alun-alun. Hal tersebut pun mulai menjadi perhatian bagi dinsos.

Pihaknya pun mengajak masyarakat untuk melapor jika menemukan pasien ODGJ yang menunjukkan perilaku meresahkan. Warga bisa langsung menghubungi call center.


Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(Willy Abraham/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved