Rabu, 27 Mei 2026

Apresiasi Dua Desa Yang Masuk Program Berseri, Dewan Sebut Ini Perubahan Perilaku

Apresiasi Dua Desa Yang Masuk Program Berseri, Dewan Sebut Ini Perubahan Perilaku

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Galih Lintartika
PERUBAHAN : Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Sugiarto saat ikut dalam penilaian Desa Berseri di Purwodadi. 

Padahal, konsep Desa Berseri menuntut pengelolaan sampah berkelanjutan mulai dari tingkat rumah tangga.

“Kesadaran masyarakat menjadi hal paling sulit. Sampah organik harus mulai diolah menjadi kompos atau dimanfaatkan untuk taman toga, sedangkan sampah anorganik masuk bank sampah,” jelasnya.

Baca juga: DPRD dan Bupati Pasuruan Sepakati Tiga Raperda untuk Kepentingan Masyarakat

Berdasarkan data DLH Jawa Timur, tahun ini terdapat 189 usulan desa dan kelurahan dari 34 kabupaten/kota.

Setelah melalui evaluasi administrasi, hanya 176 wilayah yang lolos penilaian dokumen dan berhak masuk tahap verifikasi lapangan.

Di Desa Purwodadi, gerakan menjaga lingkungan dibangun dari tingkat paling bawah.

Kepala Desa Purwodadi, Mulyono mengatakan, budaya bersih dimulai dari rumah tangga sebelum berkembang ke tingkat RT, RW hingga dusun.

“Kalau budaya bersih dibangun dari rumah tangga, masyarakat akan bergerak sendiri. Leadership mulai RT, RW sampai kepala dusun juga sangat menentukan,” ujarnya.

Setiap RT didorong memiliki kawasan penghijauan seperti RTH, KRPL hingga taman toga.

Selain menciptakan lingkungan hijau, kawasan tersebut juga menjadi ruang interaksi sosial warga melalui kegiatan kerja bakti dan gotong royong lingkungan.

Di Dusun Krajan yang memiliki delapan RT, sejumlah lahan fasilitas umum hingga pekarangan rumah warga mulai diubah menjadi titik penghijauan.

Warga juga membentuk tim pegiat lingkungan tingkat RW untuk menggerakkan program kebersihan secara berkelanjutan.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved