Rabu, 27 Mei 2026

Cargill Perkuat Gizi dan Kesehatan Masyarakat di Pasuruan dan Gresik

Cargill memperkuat program gizi, kesehatan, air bersih, dan UMKM perempuan di Pasuruan dan Gresik.

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
ist/cargill
SALING MEMBANTU : Kegiatan sosial yang dilakukan Cargill terhadap masyarakat yang ada di sekitar perusahaan Desa Ngerong, dan Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol. 

Koordinator Griya UMKM Desa Ngerong Sudarti mengatakan, dukungan tersebut sangat membantu pelaku usaha kecil agar berkembang lebih profesional dan memiliki daya saing.

“Dulu usaha kami belum memiliki legalitas dan kemasan standar. Sekarang sudah dibantu pengurusan NIB, sertifikasi halal, SPP-IRT sampai pelatihan digital marketing sehingga usaha menjadi lebih siap berkembang,” ujarnya.

Baca juga: Stabilisasi Harga Pangan Jelang Idul Adha, Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah

Sementara itu di Kabupaten Gresik, Cargill menjalankan program “Laskar Cegah Stunting” di Kecamatan Manyar.

Program ini melibatkan tenaga kesehatan, sekolah, pemerintah desa dan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting berbasis komunitas di enam desa.

Kegiatan tersebut meliputi edukasi kesehatan ibu dan anak, pemberian ASI, pemantauan tumbuh kembang balita hingga pelatihan kader kesehatan desa.

Kader Laskar Cegah Stunting Desa Pegaden, Hj Nur Cholilah menyebut program tersebut membantu masyarakat memahami pentingnya pemenuhan gizi keluarga sejak dini.

“Kami mendampingi kelas menyusui, parenting Posyandu hingga rembuk stunting agar masyarakat bisa bersama-sama mencari solusi penanganan stunting di desa,” katanya.

Director Plant Management Food Southeast Asia Australia and New Zealand Cargill Yusuf Ronzy mengatakan, penguatan sistem pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan aksi nyata di tingkat masyarakat.

Baca juga: Kepala Pasar se-Pasuruan Teken Pakta Integritas Untuk Kerja Lebih Profesional dan Transparan

Menurutnya, akses terhadap pangan bergizi, layanan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.

“Melalui kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah daerah, kami ingin membantu memperluas akses terhadap gizi, kesehatan dan peluang ekonomi agar masyarakat menjadi lebih kuat dan sehat,” urainya.

Kegiatan itu dilakukan Cargill berdasarkan Resilient Food Systems Index (RFSI)1, riset terbaru dari Economist Impact yang didukung oleh Cargill.

Indonesia berada di peringkat ke-29 dari 60 negara dengan skor 66.522 yang mencerminkan fondasi kuat dalam keterjangkauan pangan dan akses terhadap nutrisi. 

Namun, kesenjangan masih terdapat pada aspek ketersediaan pangan dan ketahanan sistem pangan.

Sehingga, perlu penegasan untuk memperkuat cara pangan diproduksi, didistribusikan, dan diakses di tingkat masyarakat. 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved