Sabtu, 11 April 2026

Bocah SD Tewas Tenggelam

Bocah SD Tewas Hanyut Terbawa Arus Sungai Tempuran Mojokerto 

Seorang bocah tewas tenggelam saat berenang di sungai Avour Jombok, Desa Tempuran, Mojokerto.

Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Romadoni
Petugas mengevakuasi jenazah tengelam di sungai Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Selasa (3/12/2024). 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, MOJOKERTO- Seorang bocah tewas tenggelam saat berenang di sungai Avour Jombok, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, pada Selasa (2/3/2024).

Korban dengan inisial IK (11) pelajar kelas V SD asal Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko itu ditemukan sekitar satu kilometer dari titik lokasi korban tenggelam.

Dari informasi yang dihimpun, saat itu korban bersama dua orang temannya bermain di tepi sungai Desa Tempuran sekitar pukul 12.00 WIB.

Baca juga: Motor Masuk Jalur Mobil di Suramadu Seruduk Truk, Pemotor Tak Sadarkan Diri

Korban berenang sempat berpegangan batu namun terpeleset hingga terbawa  derasnya arus ke tengah sungai. Ia tenggelam karena tidak bisa berenang.

Teman korban meminta pertolongan ke warga setempat yang diteruskan ke Polsek Sooko. Tim Sar gabungan beserta potensi relawan dibantu warga melakukan pencarian korban sekitar pukul 12.30 WIB.

"Dalam pencarian yang dilakukan, korban  ditemukan 
dengan jarak sekitar satu 1 Km dari lokasi kejadian sekitar pukul 13.30 WIB, di sungai Avour Watudakon Dusun Ngingasrembyong. Korban telah meninggal dunia," ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim.

Petugas mengevakuasi jenazah korban dari sungai menggunakan tandu.

Baca juga: Pemkab, Pelajar, dan Tenaga Pendidik Deklarasi Gerakan Anti Kekerasan Sebagai Upaya Pencegahan

"Korban dievakuasi ke rumah duka," ucap Abdul Khakim.

Kapolsek Sooko, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suwarso mengungkapkan, tim Inafis Polres Mojokerto beserta petugas medis puskesmas, melakukan identifikasi terhadap jenazah korban.

Kejadian ini adalah musibah, sehingga orang tua yang bersangkutan tidak berkenan dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

"Hasil identifikasi tidak ditemukan indikasi kekerasan maupun bekas luka pada korban," tambahnya.

(Moh. Romadoni/TribunJatimTimur.com)

 

 

 

 

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved