KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam

Atas Dasar Kemanusiaan, Operasi Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya Diperpanjang Tiga Hari 

Tim SAR gabungan resmi memperpanjang operasi pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya selama tiga hari.

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Ahmad Zaimul Haq
PEMULANGAN JENAZAH - Pemulangan jenazah korban KMP Tunu Pratama Jaya yang berhasil diidentifikasi, Senin (7/7/2025). Diketahui ada korban meninggal namun tidak terdata di manifes 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi – Tim SAR gabungan resmi memperpanjang operasi pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya selama tiga hari. Sesuai standar, evakuasi dilakukan selama tujuh hari.

Deputi Operasional dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana TNI (Purn) R. Eko Suyatno, menjelaskan perpanjangan pencarian didasari pertimbangan kemanusiaan. Masih ada korban yang belum ditemukan hingga hari ketujuh operasi pencarian.

“Hari ini adalah pencarian hari ketujuh. Atas dasar kemanusiaan, kami akan memperpanjang operasi,” ujar Eko, Selasa (8/7/2025).

Baca juga: Ibu Korban KMP Tunu Pratama Jaya Bersimpuh di Peti Jenazah Anaknya

Menurut Eko, keputusan ini telah mendapatkan persetujuan dari Basarnas pusat di Jakarta. Ia menegaskan proses pencarian akan terus dilanjutkan demi mengevakuasi korban yang tersisa.

“Mengingat masih banyak korban yang harus kami evakuasi, kami mohon dukungan dan doa dari semua pihak,” tambahnya.

Di masa perpanjangan selama tiga hari ke depan, seluruh personel SAR gabungan diminta untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia, termasuk alat utama sistem senjata (alutsista). Hal ini diharapkan bisa meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pencarian.

Baca juga: Dua Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya Teridentifikasi, Bukan Bagian dari Manifes

“Tugas kami adalah mencari, mengevakuasi, dan mengidentifikasi situasi bawah air. Proses pemetaan bawah laut dilakukan oleh tim Hidrosal dari TNI AL,” jelas Eko.

Salah satu teknologi yang digunakan dalam proses pencarian lanjutan ini adalah side scan sonar, yang bisa menghasilkan gambaran tiga dimensi kondisi dasar laut. Teknologi ini dioperasikan oleh tim dari KRI Fanildo, kapal milik TNI AL.

Baca juga: Cari Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Penyelam Pasukan Katak TNI AL Sebut Arus Kuat

“Kami masih menunggu hasil pemetaan bawah laut menggunakan side scan sonar. Bila hasilnya sudah didapatkan, akan segera kami laporkan ke sub-koordinator SAR dan stakeholder terkait untuk ditindaklanjuti,” terang Eko.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved