Kelangkaan BBM Jember
Selama Kelangkaan BBM Siswa di Jember Belajar dari Rumah
Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) yang ditandatangani langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Pemkab Jember mengeluarkan kebijakan pembelajaran daring bagi seluruh sekolah di bawah naungan Pemkab, menyusul krisis bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi sejak akhir Juli 2025. Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) yang ditandatangani langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketidakhadiran siswa di beberapa sekolah, terutama di wilayah kota.
Baca juga: Banyak Siswa di Bondowoso Tak Sekolah, Guru Minta Work From Home
“Menyikapi kelangkaan BBM, kami di eksekutif dan legislatif sepakat menerbitkan Surat Edaran agar pembelajaran di sekolah dilakukan secara daring,” kata Bupati Fawait, Selasa (29/7/2025).
Surat Edaran tersebut berlaku untuk semua jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta, yang berada di bawah kewenangan Pemkan Jember.
Selain itu aparatur sipil negara (ASN) yang tidak terlibat langsung dalam pelayanan publik, termasuk guru dan tenaga kependidikan diterapkan Work From Home (WFH)
Baca juga: Prakiraan Cuaca Banyuwangi dan Jember Menurut BMKG, Selasa 29 Juli 2024
“Untuk sekolah di bawah naungan Pemerintah Provinsi dan Kementerian Agama, akan kami komunikasikan agar sejalan dengan langkah ini,” tambah Bupati yang akrab disapa Gus Fawait.
Krisis BBM yang melanda Jember dipicu oleh penutupan jalur utama Gumitir. Penutupan tersebut menghambat distribusi BBM dari Depo Pertamina di Banyuwangi menuju sejumlah SPBU di Jember.
“Kami bersama DPRD akan melakukan kunjungan ke lapangan untuk memetakan akar persoalan krisis ini dan mencari solusi yang tepat,” jelas Gus Fawait.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Banyuwangi dan Jember Menurut BMKG, Selasa 29 Juli 2024
Politisi asal Gerindra itu juga menyatakan akan melayangkan protes atas penutupan Jalur Gumitir yang memperparah keterlambatan pasokan BBM ke daerahnya.
“Seperti yang dilakukan DPRD sebelumnya, kami juga akan menyampaikan keberatan secara resmi,” ujarnya.
Fawait menegaskan pasokan BBM ke Jember akan ditambah. Distribusi kini tidak hanya bergantung pada Malang dan Surabaya, tetapi juga didukung dari Solo.
“Tidak perlu panic buying. Pertamina sudah mengirimkan BBM dalam jumlah besar ke Jember,” tegasnya.
Baca juga: Adu Ketangguhan Pembalap, Etape Kedua TdBI Suguhkan Rute Paving Menanjak
Kepala SDN Jatiroto 01, Edi Budiyanto, menyambut baik kebijakan pembelajaran daring. Menurutnya, siswa tidak terlalu terdampak karena mayoritas tinggal dekat sekolah dan menggunakan sepeda atau berjalan kaki. Namun, para guru menghadapi kesulitan karena harus mencari BBM dengan harga tinggi di pasar gelap.
“Harga bisa tembus Rp25 ribu per liter. Tapi kami tetap harus melaksanakan tugas,” ujar Edi.
Baca juga: Wakil Gubernur Jatim dan Bupati Bondowoso Buka Konkorcab PMII Jatim ke-25
Ia menyebut, kebijakan daring setidaknya meringankan beban para guru dalam hal biaya transportasi. Meski begitu, jika ada rapat penting, guru tetap akan hadir secara langsung.
kelangkaan BBM di Jember
Pembelajaran daring Jember
Sekolah daring saat krisis BBM Jember
TribunJatimTimur.com
jatim-timur.tribunnews.com
| Krisis BBM Sudah Tertangani, Bupati Jember Cabut Surat Edaran Belajar Daring |
|
|---|
| Krisis BBM di Jember Harus jadi Peringatan dan Pembelajaran Bersama |
|
|---|
| Pertamina Pastikan Distribusi BBM di Jember Mulai Normal |
|
|---|
| Krisis BBM di Jember, 8 Orang Timbun Hingga Ratusan Liter dan Dijual Lagi Rp 30 Ribu per Liter |
|
|---|
| Kerugian Ekonomi Akibat Krisis BBM di Jember Capai Rp 7 Miliar Per Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Surat-edaran-sekolah-daring.jpg)