KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam

Istri Juru Mudi KMP Tunu Pratama Jaya Dua Hari Bertahan di Posko Ketapang, Berharap Ada Keajaiban

Keluarga juru mudi KMP Tunu Pratama Jaya sudah dua hari bertahan di Posko Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, menunggu keajaiban

Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Sri Wahyunik
TribunJatimTimur.com/Sinca Ari Pangistu
KELUARGA KORBAN KMP - Keluarga penumpang dan kru KMP Tunu Pratama Jaya yang masih terus bertahan di Posko Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (4/7/2025). Mereka terus berharap keluarga mereka ditemukan dalam kondisi selamat. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BONDOWOSO - Keluarga penumpang dan kru KMP Tunu Pratama Jaya dua hari terakhir terus bertahan di Posko Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Satu di antaranya, Elsa Mardianita (37), istri Juru Mudi KMP Tunu Pratama Jaya, Yongky Aditya Pranata.

Sudah dua hari, perempuan ini bertahan di Posko Pelabuhan Ketapang.

Dia bertahan di Posko Pelabuhan Ketapang bersama dua orang anaknya. Satu anaknya berusia 6 tahun, dan satunya 4 tahun.

Elsa terus berharap suaminya ditemukan dalam kondisi sehat.  Meski pada hari ke dua ini, belum ada kabar adanya temuan baru penumpang dan kru KMP Tunu Pratama Jaya.

Seperti diketahui data sementara baru ada 36 penumpang dan kru yang ditemukan. Enam di antaranya meninggal dunia.

Sementara data penumpang disebut berjumlah 65 orang, yang terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, serta 22 kendaraan.

Menurut Elsa, suaminya sudah 4 tahun bekerja di KMP Tunu Pratama Jaya. Sebelum kapal tenggelam, suaminya sempat mengiriminya pesan Whatsaap pada sekitar pukul 21.00 WIB.

Baca juga: Operasi Pencarian KMP Tunu Pratama Jaya, Tim SAR Gabungan Datangkan Perangkat Pencari Bawah Laut

Tak ada yang janggal, suaminya biasa menghubunginya untuk menanyakan aktivitas istri dan anaknya.

"Kontak seperti biasa, ma ngapain gitu. Tanya anak-anak sudah tidur. Jam 9 malam terakhir (komunikasi, red)," jelasnya.

Elsa mengaku tak punya firasat apa pun. Karena sejak usai waktu Mahrib sebelum berangkat, suaminya pamit berangkat kerja sama seperti hari-hari biasa. Sang suami menciumnya dan dua anaknya.

"Memang setiap berangkat kerja begitu, tak ada yang berbeda," ujarnya dikonfirmasi pada Jumat (4/7/2025).

Ia mendapat kabar pagi saat bangun tidur pada sekitar jam subuh. Dirinya melihat ponselnya sudah memiliki banyak panggilan tak terjawab.

"Ternyata kabarnya sudah tenggelam jam 12an malam. Langsung saya kesini," ujarnya.

Dia berharap ada keajaiban suaminya ditemukan terdampar ditemukan nelayan atau warga dalam kondisi sehat. Meski, dirinya bersama keluarga sudah ikhlas apa pun hasil pencarian.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved